Nanangpati's Blog

AL I'TIMADU 'ALAN NAFSI ASASUN NAJAH

wakaf tunai Februari 9, 2010

Filed under: Uncategorized — nanangpati @ 9:05 am

wakaf,wakaf tunai, yayasan, pendidikan, pondok pesantren, islamic center, sosial, dakwah,

 

SK KOMITE TKIT LENTERA HATI Februari 5, 2010

Filed under: Uncategorized — nanangpati @ 3:35 am
Tags: , , , , ,

KEPUTUSAN

KEPALA TAMAN KANAK-KANAK ISLAM TERPADU LENTERA HATI

Nomor : 02/TKIT LH/VIII/2009

tentang

PEMBENTUKAN FORUM ORANGTUA DAN GURU

KEPALA TK ISLAM TERPADU LENTERA HATI

Menimbang :
  1. Bahwa setiap warga negara berhak atas pendidikan dan pengajaran yang layak serta memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan dan pengajaran.
  2. Bahwa dengan adanya pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah khususnya di bidang pendidikan, maka  penyelenggaraan pendidikan di sekolah perlu terus diberdayakan agar dapat terus meningkatkan mutu layanan  pendidikan kepada seluruh masyarakat.
  3. Bahwa agar desentralisasi dalam bidang pendidikan kepada sekolah dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan upaya peningkatan mutu layanan pendidikan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal,
  4. Dalam rangka mencapai visi dan misi TK Islam Terpadu Lentera Hati, maka perlu dibentuk suatu Komite Sekolah
Mengingat :
  1. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. Undang-undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah
  3. Undang-undang No. 25 tahun 2002 tentang Kewenangan Pemerintah  dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom
  4. Peraturan Pemerintah No. 39 tahun 1992 tentang Peran serta Masyarakat dalam Pendidikan Nasional
  5. Keputusan Mendiknas No. 044/2002 tanggal 2 April 2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah
  6. Keputusan Dirjen Dikdasmen No. 559/C/Kep/PG/2002 tentang Tim Pengembangan Dewan Pendidikan dan  Komite Sekolah
  7. Kebijakan Dirjen Dikdasmen tentang Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (School Based Management )
Memperhatikan : Hasil musyawarah wali murid TK Islam Terpadu Lentera Hati pada tanggal 28 Juli 2009.
MEMUTUSKAN
Menetapkan
Pertama : Membentuk Forum Orangtua dan Guru TK Islam Terpadu Lentera Hati sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini.
Kedua : Forum Orangtua dan Guru TK Islam Terpadu Lentera Hati berperan sebagai mitra kerja TK dalam mengembangkan sekolah sebagaimana tercantum dalam   Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah TanggaForum Orangtua dan Guru TK Islam Terpadu Lentera Hati, yang meliputi pemberipertimbangan (advisory agency), pendukung (supporting agency), pengontrol (controlling agency) dan mediator.
Ketiga : Forum Orangtua dan Guru TK Islam Terpadu Lentera Hati berfungsi mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu, melakukan kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu, dan menganalisis aspirasi, ide, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan masyarakat, dan memberi masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada satuan pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan, serta mendorong wali siswa dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam peningkatan mutu layanan pendidikan.
Keempat : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan berakhir pada tanggal 28 Juli 2009.
Kelima : Apabila terdapat kekeliruan akan dibetulkan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Pati

Pada Tanggal : 1 Agustus  2009

Kepala TK Ialam Terpadu Lentera Hati

Siti Robiah, A.Ma.Pd.

Lampiran I        : Keputusan Kepala TK Islam Terpadu Lentera Hati

Nomor             :  02/TKIT LH/07/2009

Tanggal            : 1 Agustus 2008

TK ISLAM TERPADU LENTERA HATI

NO NAMA JABATAN KETERANGAN
Anita Ngatmiati ketua Wali murid
Elly Puspitasari Wakil Ketua 1 Guru
Rumiati Wakil ketua 2 Wali murid KB
Nur Istiyowati sekretaris Wali murid
Ismawati Bendahara Wali murid
Supriyono Bid Peningkatan Mutu Tokoh Masyarakat
Ahmad Tholabi, S.Ag Bid Peningkatan Mutu Pengurus YSDP Lentera
Ihda Nadhifah Zaema Humas Guru
Laila Humas Wali mutid

Ditetapkan di : Pati

Pada Tanggal : 1 Agustus  2009

Kepala TK Ialam Terpadu Lentera Hati

Siti Robiah, A.Ma.Pd.

 

lesson plan

Filed under: Uncategorized — nanangpati @ 2:03 am
Tags: ,

LESSON PLAN

Identitas
Nama Guru : Nanang Kosim
Sekolah : SDIT Abu bakar Ash shidiq
Semester : Semester 2/2009-2010
Silabus
Judul :
Materi : Meyakini adanya qadha dan qadar
Kompetensi Dasar :
  1. Menunjukkan contoh-contoh qadha dan qadar
  2. Menunjukkan keyakinan terhadap qadha dan qadar
Hasil belajar :
Indikator Hasil Belajar : Siswa dapat menjelaskan pengertian qada dan qadar

Siswa dapat menyebutkan contoh-contoh qada dan qadar

Alokasi waktu : 2 x 35 menit
Aktivitas
Alpha Zone
–          Brain Gym : seorang petani yang sedang mencangkul di sawah, karena sudah siang nasi belum juga di antarkan ke sawah, tiba-tiba datang 2 orang bule sambil bertanya.

bule: is mantang?

petani dengan terkejut menjawab: apa? kamu nantang?

bule: no, is mantang?

tani: kurang ajar! kamu nantang saya!

bule: can u speak english?

tani: aku ga bawa linggis!

bule : sorry!

Tani: kenapa nunggu ampe sore? siang ini saya ladenin!

akhirnya dengan ketakutan si bule teriak ” u crazy! ”

si tani pun sambil mengumpat ” sialan kamu yang terasi!!!!!”

Scene Setting :
Aktivitas :
Project :
Teaching Aids :
Sumber belajar : 1. Al Qur’an

2. Buku PAI Kelas 6 SDIT Abu Bakar Ash Shidiq

3. LKS Al Mudarris kelas 6

Kolaborator

(Aliyaturrofiah, S.Ag)

Muktiharjo, 13 Juli 2009

Guru Pendidikan Agama Islam

(Nanang Kosim, S.H.I)

Mengetahui,

Kepala SDIT Abu Bakar Ash Shidiq

(Lukito Lebdo Pitono, S.Pd)

Menyetujui,

Korbid I

(Solikin, S.Ag)

LESSON PLAN

Identitas
Nama Guru : Nanang Kosim
Sekolah : SDIT Abu bakar Ash shidiq
Semester : Semester 2/2009-2010
Silabus
Judul :
Materi : Hadis Arbain ke-22
Kompetensi Dasar : 11.1                              Menghafal hadits arbain 22
Hasil belajar : Siswa mampu membaca, menghafal, dan menerjemahkan serta memahami kandungan hadis arbain ke-22
Indikator Hasil Belajar : –          siswa mampu menerjemahkan hadis arbain ke-22

–          siswa mampu menjelaskan hal-hal yang bisa mengantarkannya ke surga sesuai hadis arbain ke-22

Alokasi waktu : 2 x 35 menit
Aktivitas
Alpha Zone
–          Brain Gym : Teka-teki….
Warmer : –         
Scene Setting :
Aktivitas :
Project :
Teaching Aids :
Sumber belajar : 1. Al Qur’an

2. Buku PAI Kelas 6 SDIT Abu Bakar Ash Shidiq

3. LKS Al Mudarris kelas 6

Kolaborator

(Aliyaturrofiah, S.Ag)

Muktiharjo, 13 Juli 2009

Guru Pendidikan Agama Islam

(Nanang Kosim, S.H.I)

Mengetahui,

Kepala SDIT Abu Bakar Ash Shidiq

(Lukito Lebdo Pitono, S.Pd)

Menyetujui,

Korbid I

(Solikin, S.Ag)

LESSON PLAN

Identitas
Nama Guru : Nanang Kosim
Sekolah : SDIT Abu bakar Ash shidiq
Semester : Semester 2/2009-2010
Silabus
Judul : Berburu surga
Materi : Hadis Arbain ke-22
Kompetensi Dasar : 11.1                              Menghafal hadits arbain 22
Hasil belajar : Siswa mampu membaca, menghafal, dan menerjemahkan serta memahami kandungan hadis arbain ke-22
Indikator Hasil Belajar : –          siswa mampu menjelaskan hal-hal yang bisa mengantarkannya ke surga sesuai hadis arbain ke-22
Alokasi waktu : 2 x 35 menit
Aktivitas
Alpha Zone
–          Brain Gym :
Warmer : –          Bersama-sama menghafal dan menerjemahkan hadis arbain ke-22
Scene Setting : –          Games gajah kecil, semut besar dengan gerakan tangan

–          Siswa diajak mengikuti hal-hal yang benar (baik) dan menolak hal-hal yang salah (buruk)

Aktivitas : –          Siswa sibagi menjadi 2 kelomok

–          siswa diajak berburu mencari kebaikan dan keburukan dengan peraga kartu. Teknisnya 6 orang bergantian berburu mencari kartu, kalau sudah mendapatkan kartu diberikan kepada juru tulis untuk dituliskan di papan tulis. Demikian seterusnya sampai kartu habis.

–          Siswa diajak ke lingkungan sekolah mendaftar amal-amal kebaikan yang bisa dilakukan di lingkungan sekolah dan aktivitas yang memasukkan ke neraka

–          masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka

–          siswa membuat kesimpulan masing-masing tentang jalan yang mengantarkan ke surga

Project : Wawancara dengan orang tua atau tokoh masyarakat untuk mendata kebiasaan baik dan buruk yang ada di lingkungan rumahnya serta mendiskusikan langkah pencegahan kebiasaan yang buruk
Teaching Aids : Kartu amal, spidol, white board, kertas kerja
Sumber belajar : 1. Al Qur’an

2. Buku PAI Kelas 6 SDIT Abu Bakar Ash Shidiq

3. LKS Al Mudarris kelas 6

Kolaborator

(Aliyaturrofiah, S.Ag)

Muktiharjo, 13 Juli 2009

Guru Pendidikan Agama Islam

(Nanang Kosim, S.H.I)

Mengetahui,

Kepala SDIT Abu Bakar Ash Shidiq

(Lukito Lebdo Pitono, S.Pd)

Menyetujui,

Korbid I

(Solikin, S.Ag)

 

PARADIGMA SEKOLAH UNGGUL

Filed under: pilihan — nanangpati @ 1:50 am
Tags: , , ,

PARADIGMA SEKOLAH UNGGUL[1]

Pagi itu wajah Mentari (si kecil 4 tahun yang sudah belajar di bangku TK) begitu cerah. Tanpa dibangunkan, dia bersemangat untuk bangun tidur melepaskan lilitas selimut dari tubuhnya. Diapun langsung menuju kamar mandi, dia guyur sendiri tubuh mungilnya sambil menyanyikan lagu “bebek adus kali” yang diajarkan gurunya kemarin. Tiba di sekolah, gurunyapun  sudah menyambutnya di gerbang sekolah bak pangeran yang datang. Tidak lama, diapun sudah ceria menyanyi dan bermain dengan teman-temannya, tertawa lepas, lari kesana kemari dengan sangat riang sekali.

Itulah wajah pendidikan yang mungkin kitapun mengalami kebebasan itu sewaktu kecil. Namun, kenikmatan itu hanya bisa dinikmati beberapa tahun saja. Begitu anak masuk institusi pendidikan yang bernama Sekolah Dasar (SD), keceriaan itu seakan musnah entah ke mana. Apalagi kalau sudah masuk SMP, SMA dan seterusnya.  Guru-guru sudah mengajarkan “lagu” yang berbeda dari yang dulu. Anak-anakpun disuruh duduk manis ditempatnya masing-masing, mengangguk-angguk atas apa yang dikatakan guru, menuruti apa yang dikehendaki guru tanpa ada hak untuk bebas menyalurkan “hobi” masing-masing anak. Lebih tragis lagi, anak-anak yang melawan apa yang dikatakan gurunya akan mendapatkan “stempel” sebagai anak nakal.

Itulah kebanyakan wajah pendidikan di Indonesia, sehingga tidak aneh apabila banyak terjadi kasus anak-anak yang masih duduk di bangku pendidikan mengalami stres, gantung diri, bahkan terjerumus ke dalam dunia gelap hanya karena ingin melampiaskan kebebasan ekspresinya.

Hal-hal ini juga yang menjadi salah satu sebab terpurukya kualitas pendidikan di Indenesia. Menurut data UNDP, Indeks Pembangunan Manusia Indonesia menempati posisi ke 107 dari 170 negara yang diteliti (laporan majalah Kompas tahun 2007). Menurut OECD dalam Programme for International Student Assessment, kualitas pendidikan di Indenesia menempati posisi no. 4 dari bawah.

Hal ini mestinya menjadinya evaluasi kita bersama sebagai pendidik. Karena kesuksesan pendidikan di Indonesia adalah kerja kolektif seluruh unsur pendidikan sampai para pengambil kebijakan.

Untuk merubah wajah pendidikan di Indonesia, ada 7 paradigma yang harus tertanam kuat dalam jiwa semua pendidik dan para pengambil kebijakan di negeri ini. Ketujuh hal itu yaitu :

  1. 1. Penanaman Nilai-Nilai Agama dan Akhlak Sebagai Ruh Pendidikan

Manusia terlahir ke dunia dengan diberikan dua potensi dasar oleh yang Maha Kuasa. Dua potensi itu adaah jasmani dan rohani. Jasmani sebagai bentuk luar manusia dan rohani yang di dalamnya ada hati sebagai pusat kendali dalam kehidupan. Karena begitu pentingnya peran rohani, maka muatan agama seharusnya lebih banyak dibandingkan dengan pelajaran yang lainnya (60 : 40).

Selain itu penanaman akhlak tidak bisa hanya sebatas pelajara yang mengarah pada kognitif saja, namun harus mampu menjelma menjadi karakter siswa. Oleh karena itu perlu adanya  satu pelajaran yaitu character building untuk menginternalisasikan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan siswa.

  1. 2. Pendidikan Sebagai Agent Of Change (Agen Perubahan)

Kalau ada anak yang pandai masuk ke sekolah unggulan, kemudian dia menjadi juara itu sudah biasa. Bila anak yang penurut kemudian menjadi anak yang alim itupun sudah biasa. Hakikat pendidikan yang luar biasa adalah pendidikan yang menjadikan anak yang bodoh menjadi pintar, anak yang nakal menjadi baik, yang tadinya penakut menjadi pemberani dan sebagainya. Itulah hakikat pendidikan sebagai agent of change.

Indikator pendidikan sebagai agent of change dapat terlihat ketika sebuah sekolah berani menerima semua model anak untuk dididik tanpa harus melalui tes.

  1. 3. The Best  Procces Dalam Pendidikan

Disinilah kemudian misi pendidikan itu terlihat. Dengan proses pembelajaran yang tertata dan berkualitas akan menjadikan anak-anak berubah dari kondisi sebelumnya.

Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang berkualitas dan menyenangkan untuk semua kondisi. Anak-anak akan merasakan kenikmatan dalam proses pembelajaran dan akan merindukan pertemuan dengan pelajaran berikutnya.

Pelajaran hendaklah disetting dengan lebih memberikan kesempatan kepada anak didik untuk bereksplotasi, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan motifator (30 % guru mengajar, 70 % siswa belajar).

Siswa bisa merasakan senang dan mudah dalam pembelajarannya apabila cara mengajar guru sama dengan gaya belajar siswanya. Ibarat menuangkan air ke dalam botol, maka besar corongnya lebih kecil  dari bibir botolnya sehingga air mudah masuk ke dalam botol dan tidak tumpah.

  1. 4. Mewujudkan The Best Teacher

Guru terbaik adalah guru yang menerapkan 4 hal berikut :

  1. a. Memposisikan Diri Sebagai Fasilitator

Dalam proses belajar guru berperan sebagai fasilitator, karena dia mengantarkan ilmu dan pengetahuan yang akan diberikan kepada siswanya.

  1. b. Menjadikan Dirinya Sebagai Katalisator

Demikian juga guru harus mampu menjadi katalisator yang bisa memantik minat siswa untuk belajar menemukan ilmu dan pengetahuan yang diberikannya.

  1. c. Menjauhi Virus 4 T

–        Teaching talking times (guru mendominasi pembicaraan). Seorang guru hendaknya tidak mendominasi suasana ruang kelas dengan berbicara terus. Cukuplah guru menjadi fasilator dan biarkan siswa bereksplorasi sendiri dengan materi pelajaran bersama pendampingan dan bimbingan sang guru. Penyakit ini harus diobati dengan menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan.

–        Text Book. Guru hendaknya menyampaikan pengetahuan secara global (tidak terpaku pada apa yang ada di dalam buku) dan dengan lapang hati menerima semua ide-ide baru baik dari pemberitaan terbaru maupun informasi yang berasal dari murid selagi pengetahuan tersebut merupakan sebuah kebenaran.

Virus ini bisa diobati dengan kemauan guru untuk terus belajar atau bahkan membuat kreatifitas dengan membuat active book.

–        Task analysis. Hendaknya guru mengajarkan sesuatu secara lengkap dan konkret. Teori-teori yang ada di dalam buku perlu dijelaskan secara gobal kemudian divisualisasikan sehingga siswa mempunyai pemahaman yang nyata, juga memahami manfaat langsung dalam kehidupan tentang apa yang dipelajari tersebut.

–        Treaching (memisahkan anak-anak berdasarkan hal-hal tertentu). Hal ini tentunya tidak baik secara psikologis, karena ada “stempel” anak pandai dan “stempel” anak bodoh yang akan menimbulkan kecemburuan atau keminderan antar siswa. Pendidikan yang baik harus memandang siswa sebagai sebuah bahan baku yang berbeda dan akan diproses dengan cara yang berbeda pula untuk mendapatkan hasil yang beraneka macam.

  1. Gaya mengajar guru sama dengan gaya belajar siswa. Kesamaan ini akan memunculkan open brain (membuka pikiran) dalam diri anak sehingga tertarik dengan pelajaran dan mudah memahami.
  2. 5. Menerapkan Active Learning Dalam Proses Belajar

Active learning adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa. Guru berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran kemudian siswa dipacu agar bisa aktif melakukan pembelajaran secara mandiri atas bimbingannya. Dengan active learning tantangan bagi guru tidak hanya “siswaku tahu apa”, namun juga “siswaku bisa apa”. Artinya pembelajaran tidak terputus pada sisi kognitif, tapi juga diteruskan pada sisi afektif dan psikomotorik. Dengan pembelajaran ini siswa akan menemukan ilmu melalui kecerdasannya masing-masing.

  1. 6. Menjadikan Pelajaran Menjadi Applied Learning

Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mencerdaskan sisi kognitif, afektif dan psikomotorik. Siswa belajar bukan hanya untuk mengetahui saja, namun setelah faham mereka bisa menciptakan manfaat dengan pengetahuanya itu dengan membuat produk hasil pembelajaran yang bermanfaat dalam kehidupannya.

  1. 7. Menerapkan Management Control

Empat hal yang harus terus melekat dalam proses pembelajaran guru yaitu :

  1. a. Lesson Plan

Sebelum mengajar guru harus mempunyai rencana yang akan dilaksanakan dalam proses pembelajaran.  Rencana-rencana itu kemudian dituangkan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang akan menjadi panduannya dalam menyajikan pembelajaran kepada siswa.

  1. b. Konsultasi

Sebelum rencana pelaksanaan pembelajaran tersebut dilaksanakan di hadapan siswanya, hendaklah guru mengonsultasikannya kepada atasan atau temannya sehingga akan terjadi saling mengisi dan melengkapi.

  1. c. Observasi

Hal ini dilakukan terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar lingkungan belajar siswa ketika lesson plan tersebut diaplikasikan di lapangan. Guru perlu mencermati hal-hal yang menjadi faktor keberhasilannya dan apa yang ternyata kurang bisa diaplikasikan serta mengapa hal itu bisa terjadi di lapangan. Penemuan-penemuan itu terus diobeservasi sehingga menemukan special moment.

  1. d. Feed Back

Dari hasil observasi kemudian dilakukan tindak lanjut untuk memperbaiki pembalajaran pada waktu yang akan datang untuk kemudian dibuat lesson plan yang lebih sempurna lagi.

Keempat hal ini adalah mata rantai yang tidak terputus antara yang satu dengan yang lainnya. Siklus ini akan terus berulang sehingga terwujudlah pembelajaran yang ideal.

MULTIPLE INTELLIGENCES

Lama sekali manusia di seluruh dunia menggunakan ukuran kecerdasan dengan angka-angka seperti yang ditemukan oleh seorang psikolog yang bernama Alferd Binet dengan teori kecerdasan IQ. Kecerdasan ini mengelompokkan kecerdasan manusia menjadi 4 kategori yaitu manusia yang bodoh, manusia yang biasa-biasa saja (sedang), manusia yang cerdas dan manusia yang genius. Teori ini seakan mengelompokkan kecerdasan manusia menjari kelompok-kelompok yang tidak bisa dirubah sehingga akhirnya mereka harus pasrah dengan keadaannya.

Selanjutnya para psikolog dunia mulai melakukan riset ulang tentang teori kecerdasan ini sehingga pada tahun 1983 seorang psikolog dari Harvard University bernama Howard Gardner mengemukakan hasil risetnya yang menyatakan bahwa kecerdasan itu majmuk (Multiple Intelligences). Teori ini memungkinkan kecerdasan ini menjadi dinamis, tidak hanya satu, namun bisa terus berkembang. Pertama Gardner  menyatakan ada 6 kecerdasan, kemudian berkembang menjadi 8 jenis kecerdasan, bahkan sekarang menjadi 9 jenis kecerdasan.

Kemunculan teori ini akhirnya meredefinisi makna kecerdasan yang sudah bertahun-tahun diyakini oleh banyak orang di dunia. Teori ini merupakan kritik terhadap teori kecerdasan yang sudah ditemukan sebelumnya.

Howard Gardner mengemukakan bahwa kecerdasan itu tidak terkait dengan :

  1. 1. Kondisi Fisik

Fisik tidak membatasi manusia untuk menjadi cerdas. Bisa jadi orang yang mempunyai kekurangan di fisiknya, namun dia mempunyai kelebihan di hal-hal yang lain dalam dirinya.

  1. 2. Kondisi Brain

Kondisi otak juga tidak menghambat manusia untuk menjadi cerdas. Bukan berarti anak yang autis menjadi manusia “sampah” yang tidak berguna selamanya. Apabila mereka dibina dengan serius mereka juga bisa menemukan kelebihan dirinya.

  1. 3. Hasil Tes-Tes Standar

Hal ini jelas, karena teori kecerdasan majmuk  adalah sebuah autokritik terhadap teori kecerdasan sebelumnya.

Sebaliknya, Howard Gardner mengatakan bahwa kecerdasan itu terkait dengan :

  1. Discovering Ability (menjelajah kemampuan)

Apabia seseorang mampu menjelajahi semua kemampuannya, dia akan menemukan hal-hal yang merupakan kemampuan yang lebih. Apabila kemampuan itu terus dilakukan akan menemukan sesuatu yang merupakan kelebihannya.

  1. Right Place (menempatkan seseorang sesuai tempatnya)

Demikian juga apabila seseorang diberi tugas atau melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuannya, maka dia akan melakukan sesuatu itu dengan maksimal.

  1. Benefiditas (mempunyai daya manfaat)

Selanjutnya kecerdasan itu menghasilkan manfaat, minimal bagi dirinya sendiri.

Jadi redifinisi yang diungkapkan Howard Gardner mengemukakan bahwa  kecerdasan adalah kebiasaan atau perilaku yang diulang-ulang sehingga memunculkan daya kreatifitas dan merupakan problem solving atas sebuah masalah.

Apabila seseorang terus mendalami dan mengulang-ulang kecerdasan (kebiasaannya) itu maka dia akan menemukan kondisi akhir terbaik dalam hidupnya.

8 kecerdasan yang dimaksudkan Howard Gardner yaitu :

  1. 1. Kecerdasan Linguistik

Mencakup kemahiran berbicara, menulis, membaca atau menafsirkan. Orang dengan kecerdasan ini dekat dengan dunia kata-kata, menulis, berbicara. Beberapa tokoh yang sukses dengan kecerdasan ini antara lain :

  • Agatha Cristie seorang penulis novel terbaik dari Inggris. Walaupun didiagnosa mengalami kelambatan dalam menerima pelajaran, namun dia berhasil menemukan kemampuan terbaiknya yaitu di dunia menulis.
  • J.K. Rowling, seorang guru SD yang merasa jenuh karena mengalami kesulitan hidup selama 43 tahun, akhirnya memutuskan untuk keluar dari dunia guru kemudian mulai menulis novel sampai dia menemui kesuksesannya di dunia linguistik.
  1. 2. Kecerdasan Logis-Matematis

Mencakup kemampuan berfikir dengan penalaran. Dekat dengan dunia eksperimen, bertanya, menghitung, logika, teka-teki. Tokoh yang sukses dengan kecerdasan ini antara lain :

  • Albert Einstein; ilmuwan terkenal ini baru bisa membaca sewaktu kelas 4 SD. Namun setelah dia menemukan kecerdasannya, maka dia menemukan kondisi akhir terbaiknya sebagai ilmuwan terkenal.
  • Stephen Hawking; seorang yang mengalami lumpuh total, bahkan sekedar berbicarapun harus dibantu dengan alat komputer. Namun dia berhasil menemukan kecerdasannya sehingga menemukan kondisi akhir terbaik sebagai ilmuwan penemu teori big-bang
  1. 3. Kecerdasan Spasial-Visual

Mencakup kemahiran dalam citra dan gambar. Dia mempunyai kelebihan dalam menggambar, mensketsa, grafik, desain. Beberapa tokoh yang sukses dengan kecerdasan ini antara lain :

  • Leonardo da Vinci; pelukis dari Italia yang menghasilkan karya monumental berupa lukisan “monalisa” ini ternyata tidak pernah bersekolah.
  • Vincent Van Gogh; lukisannya manjadi salah satu lukisan termahal di dunia. Padahal dia menderita penyakit ayan, pikun, jiwanya terganggu.
  1. 4. Kecerdasan Musikal

Mencakup kemahiran dalam irama dan melodi. Mereka mempunyai kelebihan untuk bermain musik, bersenandung, alat musik, irama dan  melodi. Beberapa tokoh yang sukses dengan kecerdasan ini antara lain :

  • Ludwig van Beethoven; walaupun kondisinya tuli, namun berhasil menemukan kondisi akhir terbaiknya dan menghasilkan karyanya dengan kecerdasan musikalnya.
  • Stevie Wonder; walaupun mengalami kebutaan sejak lahir, namun berhasil menemukan kondisi terakhirnya ketika umur 10 tahun masuk dapur rekaman.
  1. 5. Kecerdasan Kinestetik

Mencakup kemahiran melalui sensasi dan gerak fisik. Mereka mempunyai kelebihan dalam hal menari, berlari, melompat, menyentuh, bersimulasi, bermain drama. Beberapa tokoh yang sukses dengan kecerdasan ini antara lain :

  • Diego Armando Maradona yang menjadi legenda hidup dunia sepak bola dunia. Dibalik kesuksesanya itu ternyata dia mengalami gangguan emosional
  1. 6. Kecerdasan Interpersonal

Mencakup kemahiran melalui komunikasi dengan orang lain. Mereka mempunyai kelebihan dalam hal memimpin, mengorganisasi, sosialisasi. Beberapa tokoh yang sukses dengan kecerdasan ini antara lain :

  • Winston Churchill; seorang perdana menteri Inggris
  • Franklin D Roosevelt; presiden Amerika yang ternyata mampu memimpin dari atas kursi roda karena serangan penyakit polio
  1. 7. Kecerdasan Intrapersonal

Mencakup kemahiran melalui berfikir secara reflektif. Mereka mempunyai kelebihan dalam hal berfikir, meditasi, refleksi, merenung. Beberapa tokoh yang suskses dengan kecerdasan ini antara lain :

  • Hellen Keller; seorang yang buta, tuli dan bisu sejak kecil namun sukses menjasi motivator.
  1. 8. Kecerdasan Natural

Mencakup kemahiran melalui berfikir dalam alam. Mereka mempunyai kelebihan dalam hal berinteraksi dengan alam, binatang, meramal cuaca. Beberapa tokoh yang sukses dengan kecerdasan ini antara lain :

  • dr Joseph Vacanti; seorang dokter penemu rekayasa sel dan organ tubuh manusia yang menemukan idenya melalui analisa terhadap rumput laut.

[1] Penulis adalah ketua Yayasan Sosial DakwahPendidikan Lentera, mengajar di SDIT Abu Bakar Ash Shidiq-Pati